Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat

NAPZA

1. LARANGAN DAN SANKSI PENYALAHGUNAAN NAPZA
 
Larangan dan Sanksi Penyalahgunaan NAPZA ( Narkotika, Psikotropika, Prekusor dan Zat Aadiktif) kepada anggota KORPRI / PNS Penyalahgunaan Narkotika dapat digolongkan , antara lain
 
     
-   Memproduksi
-   Mengedarkan membawa atau mangangkut
-   menggunakan atau memakai
-   Menyimpan atau memiliki
-   Mengekspor dan menginpor
     
     
Sanksi sesuai ketentuan
-   Undang-undang Nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika
-   Undang-undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika
-   PP nomor 30 Th. 1980 tentang disiplin pegawai negeri sipil
-   Ketetapan MPRRI Nomor IV/MPR/2002 tentang rekomendasi atas laopran pelaksanaan Putusan MPR-I oleh Presiden , DPA, BPK,    Badan Sidang MPR-RI tahun 2002.
-   Instruksi Presiden RI Nomor 17 Tahun 2002 tentang Badan Narkotika Nasioanal.
-   Instruksi Presiden RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Penanggulangan, Penyalahgunaan , dan peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika, Prekusor, dan Zat adiktif lainnya.
-   Surat Menteri Pendayagunaan aparatur Negara Nomor 04.1/M.PAN/04/2002 tanggal 1 April 2004 tentang Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif lainnya ( NAPZA).
     
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika,barang siapa tanpa hak melawan hukum  melakukan hal-hal sebagai berikut  dipidana Maksimal.
a. Penanam
Menanam, memelihara, memiliki, menyimpan ganja, Kokain, Opium. Pidana Penjara 10 Tahun dan denda 500 Juta Rupiah.
b. Pemilikan
Memiliki, menyimpan untuk memiliki heroin/Putaw,Kokain/Crack, Opium /Candu. Pidana Penjara 10 Tahun dan denda 500 Juta Rupiah
c. Produksi
Memproduksi, mengolah, mengekstraksi heroin/Putaw, Kokain/ Crack, Opium/ Candu.Pidana Mati atau penjara seumur hidup atau penjara 20 Tahun dan denda 1 Milyar Rupiah.
d. Membawa/mengirim
Membawa, mengirim, mengangkut herion/Putaw, Kokain/Crack,Opium/Candu. Pidana penjara 15 Tahun dan denda 750 juta Rupiah.
e. Jual/beli/menawarkan untuk dijual
Menjual, membeli, menyerahkan, menerima, menawarkan untuk dijual Pidana mati atau penjara seumur hidup atau penjara 20 Tahun dan denda 1 Milyar rupiah
f. Memberikan Narkotik kepada orang lain
Memberikan untuk digunakan orang lain. Pidana Penjara 15 Tahun dan denda 750 juta Rupiah.
g. Penyalahgunaan
  • menggunakan Narkotika bagi diri sendiri. Pidana 4 tahun
  • Orang tua / Wali Pencandu yang belum cukup umur wajib melaporkan Kepada Pejabat pemerintah untuk mendapatkan Pengobatan dan atau Perawatan. Pidana penjara paling lama 3 bulan atau denda paling banyak 1 Juta.
  • Pecandu Narkotika tang telah cukup umur wajib melaporkan diri atau dilaporkan oleh keluarganya kepada Pejabat Pemerintah. Pidana Penjara paling lama 6 bulan atau denda Paling banyak 2 Juta Rupiah.
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, barang  siapa  tanpa  hak melawan hukum   melakukan hal-hal sebagai berikut dipidana maksimal :
a. Kepemilikan
Memiliki, menyimpan sah atau membawa ekstasi/LSD. Pidana Penjara paling singkat 4 Tahun dan Paling lama 15 tahun dan denda 750 Juta rupiah
b. Produksi
Memproduksi "ekstasi"LSD Pidana penjara paling singkat 4 Tahun dan Paling lama 15 Tahun dan denda 750 Juta rupiah
c. Pengedar
Mengedar ekstasi, LSD Pidana penjara paling singkat 4 Tahun dan paling lama  15 Tahun dan denda 750 juta rupiah
d. Menyerahkan
Menyerahkan / menerima Psikotropika Gol II, III, dan IV kepada yang tidak berhak ( tanpa resep Dokter ) :
  • Bagi penyerah Pidana Penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak 60 juta Rupiah
  • Bagi penerimaan Pidana Penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak 60 Juta rupiah
e. Wajib lapor
  • Masyarakat wajib melaporkan kepada pihak yang berwenang bila mengetahui psikotropika yang disalahgunakan dan dimiliki secara tidak sah.
  • Barang siapa tidak melapor akan dipenjara paling lama 1 Tahun dan atau denda paling banyak 20 Tahun Penjara.
2. PENGGOLONGAN BAHAN NAPZAP
  • Sosialisasi tentang bahaya penggunaan NAPZA yang tidak pada tempatnya
  • Pengawasan secara langsung terhadap / khusunya anggota KORPRI/PNS Yang kedapatan atau diduga menyalahgunakan NAPZA.
  • memberi sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku apabila yang bersangkutan kedapatan menyalahgunakan NAPZA, berupa Teguran lisan, teguran tertulis sampai dengan pemberhentiaan dengan tidak hormat.
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
Mengantisipasi maraknya penyalahgunaan NAPZA dikalangan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat khusunya anggota KORPRI/PNS maka Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui Badan Narkotika Kabuapten Tanjung Jabung Barat telah menghimbau dan mengambil Langkah-langkah pencegahan Penyalahgunaan NAPZA secara berkala dengan melakukan :
3. CIRI-CIRI OBAT BIUS DENGAN DAFTAR " O"
Untuk meningkatkan Pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan Narkotika dan Psikotropika, untuk lebih jelasnya dapat dipedomani ciri-ciri obat bius dengan daftar "O" yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan sbb :
     
B. Kerja sama  KORPRI dengan beberapa Perusahan Jasa untuk mendapatkan Diskon & kemudahan dengan skala Nasional
 
Asal dari Tumbuh-tumbuhan
Nama
Conssistentie
Bau
Warna
Rasa
1. Papaver Somni ferum
Candu
Kental/ Dodol
Tembakau
pahit
Hitam/coklat
 
Morphine
Bubukan
-
Putih
 
Heroin
sda
-
Putih/ Coklat
 
Codein
sda
-
Putih
 
Dionine
sda
-
Putih
 
Pethadine
sda
-
Putih
 
Methadon
sda
-
Putih
 
Doveri
sda
-
Putih
 
Thebaine
sda
-
Putih
 
2. Eryth Roxiton Coca
Cocaine
Bubuhan
-
Pahit
Putih
   
lama-lama
     
   
Jadi basah
     
           
3. Cannabis Sativa ( Ganja )
Hashish
Kental/ Lembak/
Merangsang
Pahit
Coklat Tua
 
( Getah )
Lengket
     
Semua Zat dalam dunia Pengobatan dapat berbentuk :
 
Semua Zat dalam dunia Pengobatan dapat berbentuk :
  a. Bubuk atau Serbuk atau Powder / Bedak
  b. Tablet Ukuran Kecil dan berat 10 @ 30 Gram/ Putih
  c. Tablet, Doveri 100-200 Miligram, warna Coklat Muda
  d. Cairan ( Larutan )
   
  • Untuk Diminum / Injectie dalam bentuk sampul
   
  • Injectie Opium = larutannya warna coklat muda
   
  • Injectie Morphine = Larutannya tidak berwarna
HCL Cocaine, hanya dikenal dalam bentuk-bentuk :
  a. Serbuk Putih yang sifatnya Hydroscopish, Karena Pengaruh udara menjadi berair.
  b. Larutan Injectie Cocaine tidak berwarna ( dalam ampul )
 
Asal dari Cannabis Sativa ( Ganja )
  a. Daun- daunnya
  b. Bunganya ( Jenis Betina )
  c. Hashishnya, merupakan bahan kental atau sedikit lengket, warna coklat kehitam-hitaman. Punya bau yang merangsang, dimana hidung lama-lama
    akan berasa Pedih Daun dan bunga Ganja yang sudah dijadikan bubuk Sukar untuk dikenalnya tanpa dapat melakukan Pemeriksaan  Lab.